logo

Sejarah

Upaya pendirian Perguruan Tinggi Agama Islam di Kabupaten Sambas diawali dari Rapat Konsolidasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia se Kalimantan Barat di Singkawang pada awal Juni 1966 yang menghasilkan rekomendasi agar tiap-tiap Daerah Tingkat II dalam wilayah Kalimantan Barat didirikan Perguruan Tinggi.


Rekomendasi ini membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas tergerak untuk merealisasikan berdirinya Perguruan Tinggi Agama Islam di Kota Singkawang yang pada waktu itu sebagai ibukota Kabupaten Sambas.
Untuk itu pada bulan juli 1967 didirikan Fakultas Tarbiyah Institut Agam Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Pontianak dengan jumlah mahasiswanya sebanyak 60 orang.


Pada awal tahun 1971 berdiri lagi Fakultas Ushuluddin Singkawang, cabang dari Institut Agam Islam Negeri (IAIN) Pontianak dengan jumlah sebanyak 40 orang. Pada akhir tahun 15 Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin cabang Institut Agam Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Pontianak ini dilikuidasi setelah menghasilkan lebih kurang  orang Sarjana Muda. Hal ini karena adanya perubahan Peraturan Pemerintah.


Setelah lebih kurang 3 tahun terjadinya kevakuman, maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas tergerak kembali keinginannya untuk mendirikan Perguruan Tinggi Agama Islam guna menampung lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas baik Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah-sekolah Kejuruan yang tidak ditampung di Perguruan Tinggi Negeri maupun karena adanya keinginan untuk tidak melanjutkan studi (kuliah) nya di luar kota Kabupaten Sambas. Selain itu juga untuk memberikan kesempatan kepada Pegawai Negeri Sipil maupun Swasta yang ingin melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi dengan tidak meninggalkan tugas pokoknya.


Rencana pendirian Perguruan Tinggi Agama Islam dimulai dari pembicaraan informal antara beberapa tokoh masyarakat, ulama, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Sambas dan Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Sambas, yang akhirnya menghimbau agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas memprakarsai pertemuan untuk membicarakan pembentukan Tim Pendiri Perguruan Tinggi Agama Islam di Singkawang.